Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar Perusahaan Indonesia yang Bangkrut Karena Manajemen Yang Buruk

Membuka sebuah perusahaan tentu tidak semudah membalikan telapak tangan, dan tentu kata gagal dan bangkit lagi bukan hal yang tabu dalam membangun sebuah usaha.

Membuka usaha tentu harus di dasari dengan sistem menajemen yang bagus. Manajemen suatu perusahaan sangat menentukan berhasil atau tidak nya suatu perusahaan.

Beberapa perusahaan di Indonesia ada yang mengalami kebangkrutan akibat manajemen yang buruk. Mau tau perusahaan apa saja? Berikut ulasan nya …
Ilustra perusahaan bangkrut


1. Perusahaan Nokia

Nokia masuk kedalam daftar perusahaan bangkrut karena munculnya para pesaing baru. Terbukti penjualan ponsel mereka mulai menurun drastis, hingga membuat Nokia bangkrut.

Seperti melansir dari Detik, Sabtu 6 Juni 2020, kabarnya salah satu penyebab Nokia tumbang di tangan merek lain, ialah karena keputusan mereka lebih memilih Windows dibandingkan Android sebagai sistem operasi

2. Uber

Tak asing lagi dengan nama perusahaan Uber yang satu ini kan? Ya, Uber merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi online yang tadinya berkembang di Indonesia.

Namun, seiring berjalanya waktu eksistensi Uber surut dan di gantikan oleh Gojek dan Grab yang lebih menguasai pasar Indonesia.

3. Qlapa

Qlapa adalah perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi yang menjual berbagai produk hasil kerajinan yang dibuat oleh home industry dari seluruh pengrajin di Indonesia.

Namun siapa sangka Qlapa jadi perusahaan yang bangkrut dan hanya beberapa tahun berjalan. Qlapa didirikan oleh Benny Fajaria, Qlapa terpaksa undur diri diduga karena tidak mampu bersaing dengan star up lain yang semakin banyak. Sayang banget ya?

Secara resmi Qlapa mengumumkan tutup layanan pada senin, 4 maret 2019 yang ditulis dalam instagram nya dengan judul “Epilog”.

Dalam unggahan nya di instagram tertulis, star up Qlapa telah berjalan selama 4 tahun dengan misi memberdayakan perajin lokal yang ada di Indonesia.

4. PT Sariwangi

PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW) mengalami pailit.

Perusahaan yang sudah berdiri bertahun-tahun dinyatakan bangkrut akibat terlilit hutang sebesar Rp 1.5 triliun rupiah pada beberapa bank.

Selain itu hal yang menjadi penyebab bangkrutnya perusahaan ini adalah kegagalan investasi guna meningkatkan produksi perkebunan.

PT SAEA dan MPISW disinyalir mengeluarkan uang yang jumlahnya besar guna meningkatkan teknologi pengairan, tetapi hasilnya tak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian besar dan sejumlah bank mengajukan tagihan namun tak mampu dibayar oleh perusahaan tersebut.

5. Nyonya Meneer

Produk jamu ini dulu sangat diminati banyak konsumen kala itu. Kini tinggal nama, perusahaan tersebut sudah tutup.

Jamu Nyonya Meneer merupakan produk jamu tradisional. Namun, tak disangka peminatnya tak sebanyak dulu, selain itu perusahaan ini telah mengalami krisis operasional yang panjang dari tahu 1984-2000.

Selain itu masalah dilingkungan keluarga akibat perebutan kekuasaan terus menerus terjadi. Oleh karena itu perusahaan ini bangkrut.