Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahaya Paylater Gojek bikin Keuangan Cekak

Kemudahan transaksi keuangan dompet digital di aplikasi GO-JEK tentu membantu pelanggan dalam melakukan pembayaran. Salah satunya fitur paylater GO-JEK.

Paylater gojek memberikan limit berbeda-beda terhadap nasabah. Mulai dari limit awal terkecil Rp 30.000 dan Maksimal saldo limit PayLater adalah Rp. 500.000.

Pembayaran tagihan paylater gojek dilakukan dengan melalui saldo GoPay. Ini suatu fitur yang sangat membantu ketika keuangan lagi cekak.

Namun di satu sisi keseringan mengandalkan fitur paylater gojek berimbas pada pembengkakan jumlah tagihan. Bayangkan jika Anda memiliki banyak cicilan dirumah.

Bahaya Paylater GO-JEK
 
Contoh denda paylater yang semakin membengkak (foto GO-JEKERS.com) 


Sangat disarankan bagi Anda yang gemar memakai fitur paylater GO-JEK sebaiknya lebih hemat dan menahan diri meskipun Anda diberikan limit saldo paylater ratusan ribu.

Fitur paylater gojek ini pada dasarnya adalah limit utang atau bon yang bisa Anda gunakan. Namun ingat semua itu ada konsekuensi nya. Nah berikut bahaya paylater GO-JEK:

Bahaya pay later GO-JEK ialah denda yang bisa terakumulasi. Serupa dengan fasilitas kredit perbankan, pay later GO-JEK juga mengenakan denda jika peminjam menunggak.

Denda yang dikenakan paylater GO-JEK Rp 2000 per hari. Angka ini tetap lebih ringan dari denda utang perbankan pada umumnya. Meski demikian, jika Anda terus menunda membayarnya, maka denda ini akan menggulung dan menjadi bencana finansial bagi keuangan Anda.

Usahakan untuk membayar pada waktu tempo yang telah diberikan kepada Anda. Gunakan sebaik mungkin limit paylater yang diberikan kepada Anda.