Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Kesalahan Saat Membeli Asuransi Jiwa

Sedikitnya masyarakat yang menggunakan asuransi jiwa dapat dipahami, karena tidak semua orang memilki kebutuhan dan prioritas yang sama apalagi untuk membeli polis asuransi jiwa ini membutuhkan dana yang mungkin tidak semua memiliki dana yang cukup.

Pentingnya asuransi jiwa tidak diiringi dengan kesadaran masyarakat, sehingga hanya sedikit yang memproteksi dirinya menggunakan asuransi jiwa.

Bagi anda yang sudah memutuskan untuk membeli polisi asuransi jiwa ini, maka ada beberapa kesalahan umum yang harus anda hindari agar anda mendapatkan manfaat yang maksimal dari asuransi jiwa yang anda pilih.

1. Salah Memilih Produk

Jenis produk asuransi ada dua yaitu untuk jangan panjang dan jangka pendek. Jika anda hanya ingin pelumasan kredit rumah pada saat anda meninggal maka anda bisa memilih produk asuransi untuk jangka pendek. 

Jadi untuk memilih produk asuransi ini anda harus mengetahui betul apa yang menjadi kebutuhan anda dan keluarga anda sehingga mendapatkan manfaat yang maksimal.
 

2. Salah Mendaftarkan Tertanggung 

Banyak orang tua yang memilih anaknya untuk didaftarkan sebagai tertanggung, hal bisa dikatakan benar tetapi juga bisa salah karena sebenarnya konsep dari asuransi jiwa ini adalah untuk yang mencari nafkah untuk keluarga.

Selain suami, istri bisa dijadikan sebagai peserta tertanggung, sehingga jika suami atau yang tertanggung meninggal dunia, pihak asuransi akan membayarkan sejumlah uang untuk ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan.

Biasanya niat orang tua ketika membeli polisi asuransi adalah untuk memberikan biaya tambahan kepada anak, karena mereka merasa khawatir jika mereka meninggal maka pencari nafkah untuk anak sudah tidak ada lagi.

3. Salah Menentukan Besaran Pertanggungan 

Wajib diingat, asuransi jiwa itu alat untuk mengukur risiko keuangan. Jadi, nominal uang pertanggungan perlu ditentukan dengan tepat. Kalau terlalu kecil, tentu tidak akan cukup untuk membiayai keluarga. Tapi kalau terlalu besar, besaran preminya juga akan semakin besar.

4. Terlambat Mendaftar Asuransi

Kesalahan ini selain dapat merugikan anda sendiri, maka akan merugikan orang yang tertanggung. Karena salah memilih waktu untuk membeli asuransi jiwa.

Jika anda membeli asuransi pada saat sudah tua, maka bisa jadi klaim asuransi anda akan ditolak, apalagi ketika anda membeli asuransi sudah mengidap penyakit tanpa sepengetahuan pihak asuransi.

Akan lebih menguntungkan kalau kita membeli asuransi jiwa pada usia muda. Karena, semakin bertambahnya usia, premi asuransi jiwa akan semakin tinggi. Namun, bagi anda yang belum memiliki tertanggung maka lebih naik anda membeli asuransi kesehatan saja.

5. Membeli Asuransi Tambahan Yang Tidak Diperlukan

Kesalahan ini biasanya terjadi karena beranggapan semakin banyak rider yang dibeli maka manfaat yang akan diterima semakin banyak.

Anda bisa saja membeli rider tambahan, namun pada waktu yang tepat. Jika tidak tepat maka fungsi asuransi tambahan tersebut akan sia-sia.

Oleh karena itu sangat penting untuk Anda mempertimbangkan sebelum membeli asuransi jiwa tambahan. Karena biaya rider tidaklah murah sehingga akan menambah beban anda saja.

6. Beranggapan Asuransi Jiwa Sebagai Investasi

Memang asuransi jiwa ini dapat dikatakan investasi untuk masa depan, namun anda jangan salah pengertian tentang tujuan dari asuransi jiwa itu sendiri.

Kebanyakan orang ketika membeli asuransi lebih berfokus pada nilai investasi, padahal nilai ini nantinya bisa saja turun dan memiliki resiko yang cukup tinggi. Jika nilainya turun mama bisa saja uang pertanggungan tidak maksimal.

Oleh karena itu, penting untuk Anda memilih asuransi jiwa yang tidak menggunakan embel-embel investasi. Hal ini agar Anda dapat menikmati manfaat dan fungsi asuransi jiwa yang sebenarnya.

7. Salah Perusahaan Asuransi

Penyebab salah memilih perusahaan atau agen asuransi karena tergiur dengan harga polisi yang rendah namun biaya pertanggungan yang besar.

Jika anda menerima penawaran seperti itu, maka akan lebih baik anda menyelidiki latar belakang perusahaan tersebut, karena sekarang sudah banyak sekali penipuan yang berkedok asuransi.

Pengertian asuransi berdasarkan Undang-undang Perasuransian No 40 2014 adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi.

Asuransi jiwa ini berfungsi untuk memberikan perlindungan resiko musibah yang nantinya di cover oleh pihak asuransi sehingga nasabah tenang menghadapi resiko dan ketidakpastian dalam hidup.