Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Kelebihan dan Kekurangan KPR Syariah

Cara mendapatkan KPR atau Kepemilikan Rumah Rakyat Sekarang sudah ada yang namanya sistem syariah yang juga dikeluarkan oleh bank syariah tentunya. Namun semuanya pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Mari kita simak kelebihan dan kekurangan KPR Syariah agar anda dapat membandingkan mengambil KPR konvensional atau syariah.

Kelebihan KPR Syariah

Kelebihan pertama KPR Syariah adalah Menetapkan cicilan yang tetap, artinya tidak bergantung pada suku bunga Indonesia. Nah dengan jumlah cicilan yang sudah diketahui atau sudah diprediksi tersebut, maka lebih mudah para nasabah mengatur keuangan untuk pembayaran KPR

Kelebihan kedua adalah uang muka KPR Syariah lebih ringan yaitu hanya 10% dari jumlah keseluruhan. Sedangkan untuk KPR Konvensional minimal bunganya adalah 15% dan ada yang mencapai hingga 20%. Al ini tergantung pada harga rumahnya, semakin mahal rumahnya maka akan semakin besar pula uang mukanya atau DP nya.
 

Kekurangan KPR Syariah

Karena cicilannya yang tetap tadi, maka para nasabah tidak memiliki kesempatan untuk merasakan cicilan dengan suku bunga yang rendah. Seperti kita ketahui suku bunga di Indonesia pernah mengalami penurunan sehingga berpengaruh juga pada bunga cicilan KPR, nah kesempatan ini yang tidak dapat dimanfaatkan oleh nasabah KPR Syariah.

Waktu tenor KPR Syariah lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. KPR Syariah memberikan tenor atau jangka waktu kredit hanya maksimal 15 tahun, sedangkan untuk konvensional mencapai 25 tahun. Tentu ini besarnya cicilannya juga berpengaruh.

Memiliki sistem denda, jadi ketika nasabah mengalami Keterlambatan membayar cicilan tentunya akan dikenakan denda. Sebenarnya hal ini juga berlaku pada sistem KPR Konvensional.