Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbandingan Limit Pinjaman KTA Permata Online vs Payroll vs Non Payroll

Pinjaman online saat ini sudah menjamur bahkan sejumlah bank konvensional sudah terjun menggunakan sistem pinjaman online (Pinjol) Contohnya program pinjaman online Bank Permata yang dikenal dengan istilah KTA Permata.

Sejauh ini setidaknya ada 3 pilihan program pinjaman online permata yaitu KTA permata Online, KTA Permata Payroll dan KTA permata Non Payrol. Bagi nasabah bank permata tentu ini suatu layanan yang bisa membantu terutama bagi anda yang membutuhkan suntikan dana untuk berbagai keperluan.

Dari ketiga jenis KTA permata tersebut tentu memiliki promo yang berbeda. Kita coba bandingkan limit, Tenor, Bunga dan persyaratan pengajuan pinjaman dari ketiga jenis KTA tersebut.

Perbandingan Limit Pinjaman KTA Permata Online vs Payroll vs Non Payroll
 

KTA Permata Online

Syarat, limit dan tenor untuk pengajuan pinjaman KTA Permata Online adalah sebagai berikut:

Limit: Rp 300 juta

Tenor: 24 - 36 bulan.

Buat kamu yang berminat meminjam di KTA permata Online cukup penuhi persyaratan nya yaitu: Persyaratan umum nya adalah WNI dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, dan Makassar. Berusia 21-50 tahun. Penghasilan minimum Rp 5 juta dan Memiliki NPWP

KTA Permata Payroll

Syarat, limit dan tenor untuk pengajuan pinjaman KTA Permata Payroll adalah sebagai berikut:

Limit: Rp 25 juta

Tenor: Hingga 60 bulan.

Buat kamu yang berminat meminjam di KTA permata Payroll cukup penuhi persyaratan nya yaitu: Persyaratan umum nya adalah WNI berdomisili di seluruh Indonesia, Usia 21-60 tahun, Penghasilan minimum Rp 3 juta per bulan atau Rp 2 juta khusus karyawan Astra.

KTA Permata Non Payroll

Meskipun kita bukan nasabah Permata Non Payrol tetap masih bisa mengajukan pinjaman. Sebab, KTA Permata yang satu ini bisa diajukan oleh seluruh nasabah Bank Permata, baik payroll maupun reguler. Bagi nasabah reguler, berikut ini bunga dan biaya pinjaman KTA Permata Non Payroll:

Suku bunga: 1,69 persen

Biaya provisi: 2 persen

Tenor pinjaman: 36 bulan

Biaya keterlambatan: 5 persen atau minimum Rp 150 ribu

Biaya pelunasan: 7 persen dari sisa pokok utang ditambah bunga berjalan