Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perkembangan Asuransi Syariah di Indonesia

Ilustra asuransi syariah (foto depokpos.com)
Akhir-akhir ini sektor syariah sedang mengalami perkembangan, termasuk dalam bidang asuransi. Industri asuransi syariah merasa optimis untuk memasang target pertumbuhan aset syariah menjadi lebih besar.

Kesadaran masyarakat tentang asuransi syariah sepertinya akan selalu meningkat setiap tahun, Sebagai contoh di dunia perbankan saja seluruh produk yang ditawarkan serba Syariah.

3 Prinsip Asuransi Syariah

Asuransi syariah berpedoman pada ajaran agama Islam dalam urusan finansial. Berikut ini setidaknya ada 3 prinsip yang dijalankan oleh asuransi syariah, yaitu:
  • Tauhid
Asuransi syariah berpegang teguh pada prinsip Tauhid. Prinsip ini berkaitan dengan tujuan asuransi bukanlah semata-mata demi meraup keuntungan.

Namun, lebih ditujukan pada tujuan tolong menolong melalui sarana perlindungan yang ada dalam produk asuransi.
  • Menerapkan Prinsip Keadilan
Prinsip selanjutnya yang terdapat dalam asuransi syariah yaitu prinsip keadilan. Nasabah maupun pihak perusahaan bersikap adil dalam urusan perolehan hak dan pemenuhan kewajiban. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan, akan tetapi justru memberikan keuntungan satu sama lain.
  • Kerja Sama
Prinsip kerja sama dalam asuransi syariah berkaitan dengan pengelolaan dan dari nasabah. Sehingga keduanya akan merasa sama-sama diuntungkan.

Kedua pihak tersebut harus menjalankan hak serta kewajiban dengan baik. Itulah 3 prinsip utama dalam asuransi sistem syariah yang bisa Anda praktikkan sendiri.

Tren Asuransi Indonesia Menuju ke Arah Positif

Perkembangan asuransi, khususnya asuransi syariah yang mulai menuju ke arah positif setiap tahunnya.

Asuransi yang menggunakan prinsip-prinsip syariah ini semakin banyak diminati oleh nasabah. Tak heran jika pertumbuhan aset asuransi syariah semakin meningkat.

Banyak Tantangan yang Harus Dihadapi

Walaupun terus mengalami perkembangan, bukan berarti asuransi syariah tak menghadapi tantangan. Justru masih banyak tantangan yang perlu dihadapi semakin bertambahnya nasabah syariah.

Human Capital

Sebuah tantangan ini muncul akibat keterbatasan penunjang asuransi syariah. Mulai dari agen, broker, hingga adjuster yang profesional.

Tantangan ini berkaitan dengan tenaga profesional yang kompeten dalam bidang asuransi syariah. Nyatanya, tenaga profesional tersebut belum terpenuhi secara maksimal.

Product Innovation

Tantangan yang menghambat perkembangan asuransi syariah yaitu berkaitan dengan product innovation. Artinya, perlu adanya inovasi baru untuk mengembangkan aset asuransi syariah setiap tahunnya.

Service Quality

Pelayanan yang baik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan bisnis atau usaha. Termasuk pelayanan asuransi syariah kepada nasabahnya.

Walaupun sudah memberikan service yang baik kepada nasabahnya, namun pelayanan tersebut perlu ditingkatkan lagi, sehingga membuat nasabah lebih nyaman dan aman saat berkomunikasi.

Product Awareness

Nampaknya, asuransi syariah belum maksimal memberikan sosialiasi kepada masyarakat untuk memperkenalkan produk-produknya. Akibatnya, beberapa lapisan masyarakat belum mengetahui tentang asuransi syariah.