Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara kerja Investasi Peer to Peer Lending

Apa yang dimaksud Peer to peer lending dan seperti apa cara kerja investasi ini? Peer to peer (P2P) artinya golongan sama, sedangkan lending adalah proses pinjam meminjam.

Jadi peer to peer lending dapat dikatakan sesama orang biasa saling meminjamkan, namun bedakan dengan meminjam dengan bank atau koperasi yang memiliki perusahaan.

Peer to peer lending dapat diibaratkan kita meminjam dengan teman atau saudara kita sendiri, namun dalam peer to peer lending ini kita akan sangat dipermudah dan skalanya sangat besar karena dibantu dengan teknologi internet atau online.

Dalam peer to peer kita dapat memberikan pinjaman kepada orang lain tanpa tau dimana domisilinya.

Bentuk peer to peer adalah sebuah website atau aplikasi yang dibuat oleh suatu perusahaan seperti star-up. Jadi peer to peer lending dapat disimpulkan bahwa sebuah platform online yang mempertemukan antara peminjam dengan pemberi pinjaman.

Cara Kerja P2P

Cara kerja peer to peer lending adalah dengan mempertemukan orang yang butuh uang dengan orang yang memiliki uang.

Jadi dimulai dengan si peminjam mendaftar ke platform untuk meminjam uang, misalnya sejumlah 100 juta dan platform akan menerima ajuan pinjaman tersebut dengan menghitung rating dan bunganya.

Kemudian pinjaman ini kan di posting di platform di halaman daftar pinjaman, lalu semua pemberi pinjaman akan menawarkan sejumlah uang dimana dari sejumlah uang tadi akan diakumulasi hingga mencapai 100 juta karena setiap pemberi pinjaman akan memberikan jumlah yang berbeda-beda.

Nah jika sudah sampai 100 juta maka platform akan mencairkan dana ke si peminjam dan si pemberi pinjaman akan mendapatkan bunga yang sudah disepakati.

Kelebihan peer to Peer Lending

Pertama, bagi peminjam bunganya rendah. Misalnya saja bunga KTA di bank sejumlah 20 %, sedangkan di peer to peer lending bisa hanya 13%.

Hal ini karena perusahaan peer to peer lending lebih kecil dan lebih efisien dari bank sehingga biaya operasionalnya juga akan lebih kecil dan resiko gagal bayarnya di lempar ke para pemberi pinjaman. Jadi peer to peer lending bisa patok bunga yang lebih kecil.

Kedua, proses yang cepat. Salah satu produk yang dijual peer to peer lending adalah sistem kredit skoring atau reting berdasarkan analisa seperti data sosial media, data transaksi online, footprint dan lain sebagainya.

Proses pengajuan kreditnya pun dibuat online tanpa kertas hard copy sehingga akan mempercepat persetujuan proses peminjaman.

Ketiga, menerima nasabah yang ditolak oleh bank. Ini salah satu poin yang banyak dijual oleh peer to peer lending, jadi nasabah yang tidak memiliki akses ke bank atau di tolak oleh bank karena tidak memenuhi persyaratan. Nah, peminjam seperti ini bisa saja diterima oleh peer to peer lending.

Keempat, bagi pemberi pinjaman bunga yang ditawarkan sangat menarik, bunganya cukup tinggi antara 12-22% per tahunnya. Dan ini jauh lebih tinggi dibandingkan kita menaruh uang di deposito. (foto kontan.co.id)
Baca Juga: Resiko Investasi P2P Lending