Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Watak dan Karakter Agen Asuransi yang Perlu anda Ketahui

Siapa nih yang sudah membuat asuransi? Pasti udah bisa menilai dong bagaimana tipe agen asuransi yang anda kenal.

Nah buat kalian yang belum pernah bertemu agen asuransi namun berencana untuk membuat asuransi, maka tidak ada salahnya dong anda memberi penilaian kepada agen asuransi yang anda pilih. Nah berikut beberapa tipe agen asuransi:

Sok Tau
Banyak agen asuransi yang banyak berbicara tanpa memberi kesempatan pada calon nasabah untuk berbicara. Nah, alhasil nasabah merasa ngantuk karena bosen dengan pembicaraan agen asuransi.

Selain cerewet, agen asuransi juga terkadang sok tau padahal sebenarnya dia juga baru belajar tentang asuransi, namun belagak pintar di depan nasabah agar lebih meyakinkan nasabah. Sok tau boleh, tapi harus tau beneran jadi gak Cuma sok tau. Oke.

Mudah Menyerah
Setiap pekerjaan mestinya kita pantang menyerah walaupun sebenarnya manusiawi ketika kita tidak mendapatkan yang diinginkan maka jalan satu-satunya adalah menyerah karena tidak sanggup lagi untuk menjalankan perjuangan tersebut.

Nah, sama halnya dengan agen asuransi butuh perjuangan untuk meyakinkan nasabah agar mau memilih asuransi yang ditawarkan.

Setiap menawarkan asuransi pasti ada kesalnya, saat kesal itu ketika sudah menjelaskan panjang lebar namun calon nasabah tidak tertarik untuk membeli asuransi tersebut. Nah, jalannya ya menyerah karena sudah kesal.

Agen Minta Tolong Banget Demi Target

Semua agen asuransi pasti menginginkan tawarannya langsung diterima. Namun tidak semudah itu, karena tipe orang berbeda-beda baik dari watak maupun kebutuhan atas asuransi itu sendiri.

Agen asuransi akan meminta tolong ketika calon nasabahnya tidak ingin membeli asuransi atau memberi alasan seperti mau pikir-pikir dulu untuk dapat memutuskan. Minta tolong boleh ya asal jangan maksa. Hihihi

Agen Tidak Sopan

Agen yang terlihat tidak sopan biasanya dia hanya ingin cepat akrab namun dengan cara yang salah. Agen yang tidak sopan ini biasanya bisa dilihat dari cara dia berbicara dan cara dia duduk ketika berhadapan langsung dengan nasabah.

Agen Garing
Garing atau krik-krik, biasanya ini terjadi karena agen bingung mau mulai pembicaraannya darimana padahal sebenarnya langkah awal agar tidak krik-krik adalah dengan memperkenalkan diri dan menanyakan tentang calon nasabah, nah baru jelaskan tentang asuransi yang ingin ditawarkan.

Agen Tidak Tau Diri
Tipe agen ini memang tidak punya malu karena baru bertemu tapi udah minta sesuatu apalagi kalau tempatnya adalah tempat makan.

Contoh agen tidak tau diri adalah meminta calon nasabahnya untuk mentraktirnya atau tiaba-tiba pesan makanan tapi minta calon nasabahnya yang membayar. (foto kontan.co.id)