Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Benarkah Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Berbahaya?

RansidiT.com - Bagi para pengguna kartu kredit, pada saat menerima tagihan kartu selalu ada tulisan mengenai pembayaran minimum.  Banyak para pengguna kartu kredit mengasumsikan, kenapa boleh bayar minimum tapi harus dilunasi dan banyaknya anggapan bayar minimum itu merugikan.

Benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya simak penjelasannya secara ringkas berikut ini.

Gambaran Pembayaran Minimum Kartu Kredit

Umumnya kartu kredit menetapkan pembayaran minimum sebesar 10% dari total tagihan, contohnya: total tagihan sebesar Rp 5.000.000,- maka pembayaran minimumnya adalah Rp 500.000,-. Biasanya jumlah minimum akan ditambah apabila ada cicilan tetap.

Untung Dan Rugi Pembayaran Minimum Kartu Kredit

Pembayaran minimum bisa dimanfaatkan untuk melunasi tagihan dengan cara dicicil, namun Anda harus tahu resikonya jika terlalu sering mengandalkan pembayaran minimum karena ini sama saja dengan menunda nunda pelunasan dan bunga kartu kredit. Apalagi jika dibarengi dengan terus melakukan transaksi menggunakan kartu.

Jika demikian, besar kemungkinan Anda memiliki hutang yang bertumpuk. Karena tagihan yang ditunda akan dibebani bunga.

Nah, Anda bisa bayangkan berapa bunga yang harus dibayar apalagi jika waktu tunggakannya terbilang lama. Jika tidak segera dilunasi, tentu saja ini berbahaya. Anda bisa terjerat hutang  yang nantinya akan merusak kondisi keuangan dan impian Anda.

Jadi solusinya, sebaiknya manaj keuangan Anda dan kurangi transaksi menggunakan kartu jika Anda memiliki tunggakan. Jika memiliki dana lebih, sebaiknya lunasi seluruh tagihan dan lakukan pembayaran tepat waktu.

Kesimpulan nya adalah Kebiasaan bayar minimum tagihan kartu kredit dapat membuat pengguna kartu kredit celaka Tapi bisa juga menguntungkan. Ingat, Bank menawarkan fasilitas bayar minimum tagihan kartu kredit perbulan bukan tanpa syarat. (foto banksinarmas)