Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Gegabah, Ini Bahaya Jebakan Tarik Tunai Kartu Kredit

RansidiT - Kartu kredit bisa jadi andalan saat Anda butuh dana belanja secepat mungkin. Bila suatu waktu Anda perlu dana darurat, maka Anda tinggal memakai kartu kredit untuk tarik tunai di mesin ATM.

Sebutlah kartu kredit Anda memiliki limit transaksi sebesar Rp. 50 juta. Biasanya untuk limit tarik tunai, penerbit kartu kredit akan memberikan setengahnya yaitu Rp. 25 juta-Rp. 30 juta. Begitu mudah tanpa pengajuan rumit ke bank.

Jangan kira hanya tersimpan risiko keuangan yang minim di balik dana cepat tersebut. Langkah tarik tunai kartu kredit tetap perlu perhitungan matang. 

Bila gegabah, masalah finansial mungkin menghadang Terutama setelah bank mengenakan bunga pada uang pinjaman Anda.

Selain bunga pinjaman, biasanya bank juga mematok biaya khusus untuk fasilitas tarik tunai kredit. 

Beberapa penerbit kartu kredit hanya mengenakan bunga transaksi, tapi ada juga yang menambah biaya administrasi.

Terlilit utang kartu kredit merupakan bahaya terselubung dari tarik tunai kartu kredit. Ketika terlambat membayar maka bunga yang dikenakan bisa sangat mahal.

Bila sudah ketergantungan, kartu kredit akan dapat berubah menjadi sumber malapetaka finansial. Jika mungkin hindari transaksi tunai kartu kredit berulang-kali, kecuali terpaksa. 

Ingat bahwa tersimpan sejumlah jebakan tarik tunai kartu kredit seperti di bawah ini:

Beban Biaya Tarik Tunai

Penerbit kartu kredit bisa membebankan biaya tarik tunai sampai 3 persen bahkan lebih. Belum lagi bunga pinjaman yang sangat mahal, mencapai 2,25 persen per bulan atau 27 persen per tahun.

Bukan Tambahan Uang Tunai

Satu kartu kredit bisa digunakan di banyak tempat. Namun ini bukan berarti Anda mendapat sumber uang tunai. Lama-kelamaan cara tarik tunai sama dengan menimbun hutang pada bank.

Sumber Pemborosan

Berbanding terbalik dengan manfaatnya sebagai sumber dana cadangan, kartu kredit berbuntut pemborosan. 

Ya, ini karena biaya gaya hidup dengan kartu kredit kebanyakan dipakai di pusat perbelanjaan, restoran mahal, hotel, dan lain sebagainya.

Meski kerap menimbulkan banyak masalah tapi penggunaan kartu kredit masih selalu dibutuhkan. 

Jadi sebelum ingin tarik tunai, pastikan sumber penghasilan Anda mencukupi. Sebab tagihan kartu kredit wajib dilunasi dengan pembayaran penuh. Jika tidak maka sanksi hukum dan administrasi sangat mungkin menjerat Anda.(foto halomoney)